Komitmen Kemendiktisaintek, Kampus Aman Jadi Prioritas Nasional
Kehadiran Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto dalam Seminar Nasional Dies Natalis ke-50 UNS menjadi sinyal kuat bahwa pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi kini bukan lagi isu pinggiran, melainkan agenda strategis nasional.

SURAKARTA — Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menempatkan diri di garis depan isu pendidikan tinggi nasional. Melalui Seminar Nasional bertajuk “Kampus Aman sebagai Fondasi Akselerasi Prestasi yang Berdampak dan Berkelanjutan”, UNS menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendikti Saintek), Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., sebagai pembicara kunci dalam forum yang digelar Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) UNS.
Kehadiran pejabat setingkat menteri dalam forum yang diinisiasi Satgas PPK PT menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ini merupakan penegasan politik kebijakan bahwa negara menempatkan isu kampus aman sebagai fondasi penting pembangunan pendidikan tinggi Indonesia.
Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap kampus untuk menjadi ruang yang inklusif, sehat, dan bebas kekerasan, seminar ini hadir pada momentum yang relevan. Sejak regulasi nasional mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi diberlakukan, ratusan Satgas PPK telah terbentuk di berbagai perguruan tinggi. Namun implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan serius, mulai dari keterbatasan sumber daya, kesenjangan kapasitas antar perguruan tinggi, hingga belum meratanya dukungan kelembagaan. Keterlibatan langsung kementerian dinilai penting untuk memperkuat arah kebijakan sekaligus memastikan bahwa perlindungan warga kampus tidak berhenti pada level administratif, tetapi benar-benar menjadi budaya akademik.
Seminar ini juga menghadirkan Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., yang menyampaikan pandangan mengenai pentingnya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang aman sekaligus berprestasi. Selain itu, forum ini menghadirkan para praktisi Satgas PPK dari berbagai perguruan tinggi, yakni Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba, S.H., M.H. dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si. dari UNS, Dr. Tri Wuryaningsih, M.Si. dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Diskusi membedah berbagai persoalan strategis, mulai dari implementasi kebijakan pencegahan kekerasan, pembangunan budaya kampus aman, hingga pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang setara dan bermartabat.
Format seminar yang diselenggarakan secara hybrid memungkinkan partisipasi lebih luas dari berbagai daerah di Indonesia. Jurnalis dan media massa juga diberi ruang untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, baik secara langsung di Surakarta maupun melalui kanal daring.
Seminar Nasional Satgas PPK UNS digelar pada Selasa, 19 Mei 2026, pukul 08.00–13.00 WIB di Auditorium Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNS Lantai 2, Jalan Ir. Sutami No. 36A, Kentingan, Jebres, Surakarta, serta disiarkan secara daring melalui Zoom Meeting dan YouTube.
Rekaman kegiatan dapat diakses pada tautan berikut: https://uns.id/youtube-semnas-dies-50-uns
You may also like
Archives
Calendar
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 |
| 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 |
| 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 |
| 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 |
| 29 | 30 | |||||