Don't miss...
Pendampingan Tata Kelola Dokumen
UNS, 21 Oktober 2024 – Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan acara pendampingan tata kelola dokumen (arsip). Acara berlangsung pada hari Senin, tanggal 21 Oktober 2024, mulai pukul 09.00 – 12.00 WIB, diadakan di ruang sidang Satgas PPKS UNS dan diikuti oleh seluruh anggota Satgas PPKS UNS. Acara dibuka oleh Ketua Satgas PPKS UNS Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengelolaan dokumen atau arsip-arsip yang dimiliki oleh satgas sangat penting. Mengingat dokumen di Satgas PPKS ada yang bersifat rahasia dan tidak boleh sembarang orang mengakses dokumen tsb. Untuk memastikan dokumen-dokumen yang dimiliki oleh satgas aman dan tidak rusak dalam jangka waktu yang lama diperlukan pelatihan tata kelola dokumen kepada seluruh anggota satgas PPKS UNS. Sebagai narasumber pada acara ini adalah Kepala UPT Kearsipan UNS, Ibu Yani Maryudiasti, S.Sos., M.Si., yang memberikan materi mengenai pentingnya tata kelola dokumen yang baik dan benar. Dalam sesi ini, Ibu Yani Maryudiasti menjelaskan berbagai aspek penting dalam pengelolaan arsip dan dokumen, termasuk teknik penyimpanan, pengelolaan, dan pemeliharaan dokumen agar tetap teratur dan mudah diakses. Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan anggota Satgas PPKS UNS dalam mengelola dokumen secara efektif dan efisien. Dengan tata kelola dokumen yang baik, diharapkan dapat mendukung kinerja Satgas PPKS UNS dalam menjalankan tugas dan fungsinya dengan lebih optimal. Acara ini berlangsung dengan interaktif, di mana para peserta aktif berdiskusi dan bertanya mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan dokumen. Ibu Yani Maryudiasti juga memberikan solusi praktis dan tips yang dapat langsung diterapkan oleh para peserta. Pendampingan tata kelola dokumen akan dilanjutkan saat implementasi penataan dokumen / arsip yang akan diselenggarakan pada hari berikutnya didampingi oleh staff dari UPT. Kearsipan UNS. Satgas PPKS UNS berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi anggotanya melalui berbagai kegiatan pendampingan dan pelatihan. Dengan demikian, diharapkan Satgas PPKS UNS dapat memberikan kontribusi yang lebih baik dalam mendukung visi dan misi Universitas Sebelas Maret. Satgas PPKS UNS
Komitmen Kemendiktisaintek, Kampus Aman Jadi Prioritas Nasional
Kehadiran Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto dalam Seminar Nasional Dies Natalis ke-50 UNS menjadi sinyal kuat bahwa pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi kini bukan lagi isu pinggiran, melainkan agenda strategis nasional. SURAKARTA — Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menempatkan diri di garis depan isu pendidikan tinggi nasional. Melalui Seminar Nasional bertajuk “Kampus Aman sebagai Fondasi Akselerasi Prestasi yang Berdampak dan Berkelanjutan”, UNS menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendikti Saintek), Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., sebagai pembicara kunci dalam forum yang digelar Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) UNS. Kehadiran pejabat setingkat menteri dalam forum yang diinisiasi Satgas PPK PT menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ini merupakan penegasan politik kebijakan bahwa negara menempatkan isu kampus aman sebagai fondasi penting pembangunan pendidikan tinggi Indonesia. Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap kampus untuk menjadi ruang yang inklusif, sehat, dan bebas kekerasan, seminar ini hadir pada momentum yang relevan. Sejak regulasi nasional mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi diberlakukan, ratusan Satgas PPK telah terbentuk di berbagai perguruan tinggi. Namun implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan serius, mulai dari keterbatasan sumber daya, kesenjangan kapasitas antar perguruan tinggi, hingga belum meratanya dukungan kelembagaan. Keterlibatan langsung kementerian dinilai penting untuk memperkuat arah kebijakan sekaligus memastikan bahwa perlindungan warga kampus tidak berhenti pada level administratif, tetapi benar-benar menjadi budaya akademik. Seminar ini juga menghadirkan Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., yang menyampaikan pandangan mengenai pentingnya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang aman sekaligus berprestasi. Selain itu, forum ini menghadirkan para praktisi Satgas PPK dari berbagai perguruan tinggi, yakni Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba, S.H., M.H. dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si. dari UNS, Dr. Tri Wuryaningsih, M.Si. dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Diskusi membedah berbagai persoalan strategis, mulai dari implementasi kebijakan pencegahan kekerasan, pembangunan budaya kampus aman, hingga pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang setara dan bermartabat. Format seminar yang diselenggarakan secara hybrid memungkinkan partisipasi lebih luas dari berbagai daerah di Indonesia. Jurnalis dan media massa juga diberi ruang untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, baik secara langsung di Surakarta maupun melalui kanal daring. Seminar Nasional Satgas PPK UNS digelar pada Selasa, 19 Mei 2026, pukul 08.00–13.00 WIB di Auditorium Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNS Lantai 2, Jalan Ir. Sutami No. 36A, Kentingan, Jebres, Surakarta, serta disiarkan secara daring melalui Zoom Meeting dan YouTube. Rekaman kegiatan dapat diakses pada tautan berikut: https://uns.id/youtube-semnas-dies-50-uns
UNS Gelar Seminar Nasional “Kampus Aman sebagai Fondasi Akselerasi Prestasi yang Berdampak dan Berkelanjutan”
SURAKARTA — Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) menggelar Seminar Nasional dengan tema “Kampus Aman sebagai Fondasi Akselerasi Prestasi yang Berdampak dan Berkelanjutan”, sebuah forum akademik yang menempatkan keamanan kampus bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan sebagai syarat utama lahirnya prestasi yang benar-benar bermakna. Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-50 UNS (1976–2026), dan dirancang sebagai ruang dialog substantif yang melibatkan pengambil kebijakan dari tingkat pusat hingga praktisi Satgas PPK di lapangan. Forum ini menghadirkan Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia yang menegaskan bahwa isu kampus aman telah menjadi agenda kebijakan nasional. Sementara itu, Rektor UNS Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. juga memberikan pandangannya bahwa pemimpin perguruan tinggi harus berkomitmen kuat membangun ekosistem pendidikan yang aman dan berprestasi. Seminar ini juga menghadirkan para praktisi yang selama ini berada di garda depan penanganan kasus kekerasan di perguruan tinggi. Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba, S.H., M.H. (Kepala Subdirektorat Pencegahan dan Penanganan Kekerasan dan Isu Strategis Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyampaikan materi tentang tantangan implementasi kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si. selaku Ketua Satgas PPK UNS menyampaikan materi tentang membangun budaya kampus Aman sebagai fondasi akselerasi prestasi dan reputasi institusi, dan Dr. Tri Wuryaningsih, M.Si. selaku Ketua Satgas PPK Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) berbagi pengalaman mengenai pendekatan multi stakeholder dalam pencegahan dan penanganan kekerasan. Kampus Aman Jadi Fondasi Prestasi Berkelanjutan Dimoderatori oleh Silvina Rosita Yulianti, S.Si., M.Sc. dan Brian Gregory Adhihendra, S.E., M.Sc., seminar berfokus pada pentingnya mewujudkan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan sebagai fondasi bagi prestasi yang berdampak dan berkelanjutan. Diskusi mencakup implementasi kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan, pembangunan budaya kampus aman, hingga pendekatan kolaboratif yang melibatkan banyak pihak dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang setara dan bermartabat. Penyelenggaraan seminar ini merupakan bagian dari komitmen UNS untuk meningkatkan kesadaran kritis seluruh warga kampus terhadap isu kekerasan dan pentingnya budaya saling menjaga. Seminar Nasional ini digelar pada Selasa, 19 Mei 2026, pukul 08.00–13.00 WIB, secara hybrid, yaitu luring di Auditorium Gedung Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran UNS Lt. 2, Jl. Ir. Sutami No. 36A, Kentingan, Kec. Jebres, Kota Surakarta dan daring melalui kanal Zoom Meeting Apps dan Youtube yang dapat diakses seluruh peserta dari berbagai daerah. Rekaman kegiatan dapat diakses pada tautan berikut: https://uns.id/youtube-semnas-dies-50-uns
