Bangun Sinergi: Pimpinan UNS Silaturahmi dengan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Fakultas/Sekolah
Surakarta – Universitas Sebelas Maret (UNS) terus memperkuat komitmennya dalam membangun kolaborasi yang harmonis antara Pimpinan dan Mahasiswa melalui kegiatan. Kegiatan yang digelar di Ruang Indraprasta UNS Inn, Selasa (14/4/2026) ini dikuti oleh seluruh Pimpinan Universitas mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Direktur, Ketua Lembaga, Dekan/Wakil Dekan dan Mahasiswa yang tergabung dalam kepengurusan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Fakultas/Sekolah. Silaturahmi ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari pengukuhan kepengurusan baru berbagai Ormawa di lingkungan UNS. Dengan adanya pergantian kepengurusan, diperlukan ruang dialog untuk menyelaraskan visi, misi, dan program kerja antara pimpinan universitas dan mahasiswa, serta memperkuat sinergi dalam mendukung pencapaian target strategis UNS menuju perguruan tinggi unggul dan berdaya saing global. Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, pimpinan UNS yang dipimpin oleh Prof. Hartono berdialog langsung dengan perwakilan Ormawa. Prof. Hartono menyampaikan bahwa forum silaturahmi ini sebagai sebuah space yang secara sengaja dihadirkan untuk membuka ruang komunikasi yang konstruktif antara pimpinan universitas dengan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai Ormawa di UNS. “Sebagai bagian dari kehidupan kampus, Ormawa memiliki peran yang penting bagi perjalanan kehidupan akademik mahasiswa. Ormawa sejatinya adalah ruang pembelajaran kepemimpinan, penguatan karakter, serta sarana aktualisasi diri mahasiswa dalam mengembangkan potensi terbaik yang dimiliki,” terang Prof. Hartono. Ia menyampaikan bahwa semangat kebebasan berekspresi harus diiringi dengan tanggung jawab moral, integritas pribadi, serta komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai akademik dan kebangsaan, sehingga setiap gagasan, kritik, maupun karya yang dihasilkan tidak hanya mencerminkan kebebasan berpikir, tetapi juga mampu memberikan kontribusi yang konstruktif, beretika, dan berdampak positif bagi masyarakat luas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mensosialisasikan berbagai kebijakan baru, termasuk sosialisasi peran Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, setara, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Rektor UNS juga memberikan apresiasi atas kinerja Satgas PPK UNS yang telah bekerja keras dan telah berhasil mendapatkan Anugerah Bidang Pengawasan, kategori PTN Akademik Subkategori Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi Negeri Akademik Terbaik tahun 2025. Dalam dialog antara pimpinan dan Mahasiswa UNS disampaikan sembilan isu. Salah satu isu yang ditanyakan oleh perwakilan mahasiswa adalah isu kekerasan di UNS. Ada tiga pertanyaan yang disampaikan kepada Satgas PPK UNS. Ketua Satgas PPK UNS Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si. memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut dengan menerangkan secara ringkas terkait dengan regulasi, mekanisme pelaporan dan penanganan kasus, viralisasi kasus kekerasan, perlindungan terhadap korban dan saksi, serta SOP-SOP yang sudah dibuat oleh Satgas PPK. “Dalam proses penanganan kasus kekerasan di UNS, Satgas PPK selalu berpedoman pada regulasi / peraturan yang berlaku. Saat ini peraturan yang berlaku adalah Peraturan Rektor UNS Nomor 7 Tahun 2025 sebagai turunan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 55 Tahun 2024 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi” terang Prof Ismi. Jawaban lengkap atas pertanyaan mahasiswa dapat dibaca di link ini. Mahasiswa melalui Ormawa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Kampus UNS yang aman, ramah, inklusi setara dan bebas dari kekerasan. Berita ini juga dapat dibaca di IG satgas PPK UNS @satgasppk.uns #SalingJaga#SatuSuara#LawanKekerasan
Kunjungan Koordinasi Project CARE Ke Satgas PPK UNS:Sinergi Cegah Kekerasan Antar Pelajar SMP di Kota Surakarta
Surakarta – Dalam rangka memperkuat edukasi dan sosialisasi pencegahan serta penanganan kekerasan di lingkungan pelajar, inisiator kegiatan Project CARE melaksanakan kunjungan koordinasi dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Universitas Sebelas Maret (UNS) pada hari Kamis, 9 April 2026. Kunjungan ini diikuti oleh empat orang perwakilan inisiator Project CARE, yaitu Willy Putratama Miftahur R., Alim Aubert Syah, Hieronima Alyria Alexandra, dan Vanezza Putri Utami, meraka merupakan pelajar SMA N 1 Surakarta. Rombongan Project Care ditemui langsung oleh Ketua, Sekretaris dan dua orang anggota Satgas PPK UNS. Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB di Sekretariat Satgas PPK UNS ini dibuka langsung oleh Ketua Satgas PPK UNS Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si dengan memperkenalkan peran serta keanggotaan Satgas PPK UNS dan regulasi yang berlaku dalam pencegahan dan penanganan kekerasan di Perguruan Tinggi. Kunjungan koordiniasi ini bertujuan untuk melakukan diskusi, menyusun konsep kegiatan, serta menjalin sinergi dan kolaborasi dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan, khususnya bagi pelajar tingkat SMP di Kota Surakarta. Ketua Pelaksana Program Project CARE, Alim Aubert Syah, menyampaikan bahwa Satgas PPK UNS adalah mitra ideal untuk mewujudkan lingkungan belajar yang aman bagi pelajar Surakarta, khususnya di kalangan pelajar SMP. Kolaborasi dengan Satgas PPK UNS merupakan langkah strategis mengingat Satgas PPK UNS sudah memiliki pengalaman dan secara kelembagaan mumpuni dalam melakukan pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan. “Kami ingin memastikan bahwa program yang kami jalankan tidak hanya mengandalkan semangat, oleh karena itu kami akan meminta saran, pandangan dan pendampingan dari Satgas PPK UNS agar program-program yang sudah kami rencanakan dapat berjalan dengan baik.” ujar Alim. Selanjutnya, tim Project CARE memaparkan rancangan program yang dilatarbelakangi oleh kebutuhan pendampingan remaja pada masa transisi pencarian jati diri, yang rentan terhadap isu kekerasan seperti bullying dan diskriminasi. Program ini dirancang dengan pendekatan yang lebih emosional dan partisipatif, melalui kegiatan sosialisasi langsung ke kelas-kelas, pengenalan mindfulness, serta penguatan pemahaman kesehatan mental agar siswa yang masih dalam masa transisi dan secara emosional masih labil dapat lebih mengenal jati diri dan menghargai diri mereka. Pada sesi diskusi, Anggota Satgas PPK UNS memberikan sejumlah masukan terkait teknis, metode, dan pemilihan media, serta cara menyampaikan materi yang sesuai dengan karakteristik pelajar SMP. Sementara itu, Prof. Ismi menyambut baik inisiasi kegiatan Project Care dan menyampaikan arahan yang relistis agar program dapat dilaksanakan dengan baik dengan sumber daya yang terbatas. Beliau memberikan arahan agar sosialisasi fokus pada isu kekerasan yang relevan di lingkungan pelajar SMP. “Satgas PPK UNS medukung program Project Care dan berharap dapat dilaksanakan di beberapa sekolah terlebih dahulu sebagai percontohan” Ujar Prof Ismi. Diskusi berlangsung cair dan aktif dengan pertukaran gagasan dan akan ditindaklanjuti melalui kolaborasi dalam pengembangan program ke depan. Berita ini juga ditayangkan di instagram Satgas PPK UNS @satgasppk.uns #SalingJaga#SatuSuara #LawanKekerasan #BeraniLapor