Sunday, May 17 2026
"Saling Jaga, Satu Suara, Lawan Kekerasan"

Satgas PPK UNS Terima Tim Peneliti MBKM FKIP UNS

SURAKARTA – Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan tim peneliti dari Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS, pada hari Kamis tanggal 2 April 2026. Pertemuan ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan penelitian Program Hibah Pembelajaran Berdampak yang mengangkat isu tentang kekerasan seksual verbal di lingkungan perguruan tinggi khususnya di Universitas Sebelas Maret. Tim peneliti yang terdiri dari 5 orang diketuai oleh Ana Anggraini serta di bawah bimbingan Dr. Yosafat Hermawan Trinugraha, S.Sos., M.A., Ph.D., melakukan wawancara mendalam dengan Ketua Satgas PPK UNS Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Satgas PPK UNS Sakroni, S.Kom., M.Pd. Penelitian yang berjudul “Identifikasi Pemahaman dan Kesadaran Mahasiswa terhadap Kasus Kekerasan Seksual Verbal sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Perguruan Tinggi” mendapat respon baik dari Ketua Satgas PPK UNS sebagai upaya untuk memberikan edukasi dan sosialisasi bagi seluruh Warga Kampus. Dalam pertemuan yang berlangsung di Sekretariat Satgas PPK UNS, tim peneliti menyampaikan fokus kajiannya yang mencakup beberapa aspek penting, antara lain: Ketua Satgas PPK UNS menyambut baik inisiatif penelitian ini. Beliau menegaskan bahwa kajian tentang kekerasan di Kampus sangat penting dilakukan untuk dapat memberikan informasi akademis kepada masyarakat. “Kami sangat mendukung penelitian ini karena hasilnya dapat memberikan informasi kepada Warga Kampus dan masyarakat serta dapat memberikan masukan berharga bagi Satgas PPK dalam merumuskan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih komprehensif, khususnya yang berkaitan dengan bentuk-bentuk kekerasan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 55 Tahun 2024 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi dan juga untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencegahan dan penanganan kekerasan di UNS” ujarnya. Satgas PPK UNS juga menyatakan kesediaannya untuk menjadi narasumber dan siap membantu memberikan data serta informasi yang dibutuhkan sepanjang penelitian tidak melanggar etika dan kerahasiaan Korban, Saksi dan Pelaku tindak kekerasan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat upaya bersama dalam mewujudkan lingkungan kampus UNS yang bebas dari kekerasan. Kerjasama Penelitian ini juga merupakan bagian dari komitmen Satgas PPK UNS untuk terus mendorong kajian akademis yang aplikatif dalam mendukung implementasi Peraturan Rektor UNS Nomor 7 Tahun 2025 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di UNS. Berita ini juga ditayangkan di IG Satgas PPK UNS @satgasppk.uns #SalingJaga #SatuSuara #LawanKekerasan #BeraniLapor

FKIP UNS Gelar Workshop Etika Akademik, Pencegahan dan Penanganan Kekerasan bagi Mahasiswa PPG

SURAKARTA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Etika Akademik, Pencegahan dan Penanganan Kekerasan bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa, 31 Maret 2026, di Aula Gedung F Lantai 3 FKIP UNS, Kampus Kentingan ini diikuti oleh 459 mahasiswa dengan penuh antusias. Workshop yang berlangsung dari pukul 07.00 – 16.00 WIB ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidangnya. Kegiatan diawali dengan laporan oleh Ketua Program Studi PPG, Dr. Idam Ragil Widianto Atmojo, S.Pd., M.Si. Dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan acara oleh Dekan FKIP UNS, Dr. Imam Sujadi, M.Si., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman etika akademik serta kesadaran untuk tidak melakukan  tindak kekerasan guna menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan. “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Fakultas dalam mencetak pendidik profesional yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kesadaran untuk tidak melakukan tindak kekerasan kepada siapapun.” ujar Dr. Imam Sujadi. Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si. selaku Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) UNS. Beliau menyampaikan materi tentang pencegahan dan penanganan kekerasan, yang menekankan pentingnya pemahaman bentuk, penyebab, serta langkah menciptakan ruang belajar yang aman dan bebas kekerasan. “Kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat ditoleransi, dan seluruh Warga Kampus termasuk mahasiswa PPG memiliki tanggungjawab yang sama dalam menciptakan lingkungan Kampus yang aman dan inklusif”. Ujar Prof. Ismi Sesi berikutnya menghadirkan  Ketua Majelis Kode Etik Mahasiswa UNS, Dr. Sapto Hermawan, S.H., M.H., yang memberikan materi mengenai Etika Akademik sebagai fondasi perilaku yang sehat di lingkungan akademik. Dalam pemaparannya, Dr. Sapto menyoroti pentingnya menjunjung tinggi kode etik sebagai landasan perilaku mahasiswa Pendidikan Profesi Guru dalam menjalankan peran sebagai calon pendidik. Setelah sesi diskusi yang dipandu oleh Dr. Fajar Danur Isnantyo, S.T., M.Sc. sebagai Moderator, para peserta melanjutkan kegiatan dengan tugas kelompok. Tugas kelompok difasilitasi oleh Prof. Dr. Muzzazinah, M.Si., para mahasiswa menyusun rancangan kegiatan kreatif terkait pencegahan dan penanganan kekerasan, seperti sosialisasi, pembuatan drama, video pendek, poster, hingga penelitian.  Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bagi mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 pada semester genap 2025/2026. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami isu kekerasan, tetapi juga dapat mempraktikannya pada saat melakukan PPL dan berperan aktif dalam menciptakan budaya sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan.#SalingJaga #SatuSuara #LawanKekerasan #BeraniLapor Berita ini juga ditayangkan di Instagram Satgas PPK UNS @satgasppk.uns

1 2 3 4 5 28