Tuesday, April 28 2026
"Saling Jaga, Satu Suara, Lawan Kekerasan"

Day: April 9, 2026

Kunjungan Koordinasi Project CARE Ke Satgas PPK UNS:Sinergi Cegah Kekerasan Antar Pelajar SMP di Kota Surakarta

Surakarta – Dalam rangka memperkuat edukasi dan sosialisasi pencegahan serta penanganan kekerasan di lingkungan pelajar, inisiator kegiatan Project CARE melaksanakan kunjungan koordinasi dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Universitas Sebelas Maret (UNS) pada hari Kamis, 9 April 2026. Kunjungan ini diikuti oleh empat orang perwakilan inisiator Project CARE, yaitu Willy Putratama Miftahur R., Alim Aubert Syah, Hieronima Alyria Alexandra, dan Vanezza Putri Utami, meraka merupakan pelajar SMA N 1 Surakarta. Rombongan Project Care ditemui langsung oleh Ketua, Sekretaris dan dua orang anggota Satgas PPK UNS. Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB di Sekretariat Satgas PPK UNS ini dibuka langsung oleh Ketua Satgas PPK UNS Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si dengan memperkenalkan peran serta keanggotaan Satgas PPK UNS dan regulasi yang berlaku dalam pencegahan dan penanganan kekerasan di Perguruan Tinggi. Kunjungan koordiniasi ini bertujuan untuk melakukan diskusi, menyusun konsep kegiatan, serta menjalin sinergi dan kolaborasi dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan, khususnya bagi pelajar tingkat SMP di Kota Surakarta. Ketua Pelaksana Program Project CARE, Alim Aubert Syah, menyampaikan bahwa Satgas PPK UNS adalah mitra ideal untuk mewujudkan lingkungan belajar yang aman bagi pelajar Surakarta, khususnya di kalangan pelajar SMP. Kolaborasi dengan Satgas PPK UNS merupakan langkah strategis mengingat Satgas PPK UNS sudah memiliki pengalaman dan secara  kelembagaan mumpuni dalam melakukan pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan. “Kami ingin memastikan bahwa program yang kami jalankan tidak hanya mengandalkan semangat, oleh karena itu kami akan meminta saran, pandangan dan pendampingan dari Satgas PPK UNS agar program-program yang sudah kami rencanakan dapat berjalan dengan baik.” ujar Alim. Selanjutnya, tim Project CARE memaparkan rancangan program yang dilatarbelakangi oleh kebutuhan pendampingan remaja pada masa transisi pencarian jati diri, yang rentan terhadap isu kekerasan seperti bullying dan diskriminasi. Program ini dirancang dengan pendekatan yang lebih emosional dan partisipatif, melalui kegiatan sosialisasi langsung ke kelas-kelas, pengenalan mindfulness, serta penguatan pemahaman kesehatan mental agar siswa yang masih dalam masa transisi dan secara emosional masih labil dapat lebih mengenal jati diri dan menghargai diri mereka. Pada sesi diskusi, Anggota Satgas PPK UNS memberikan sejumlah masukan terkait teknis, metode, dan pemilihan media, serta cara menyampaikan materi yang sesuai dengan karakteristik pelajar SMP. Sementara itu, Prof. Ismi menyambut baik inisiasi kegiatan Project Care dan menyampaikan arahan yang relistis agar program dapat dilaksanakan dengan baik dengan sumber daya yang terbatas.  Beliau memberikan arahan  agar sosialisasi fokus pada isu kekerasan yang relevan di lingkungan pelajar SMP. “Satgas PPK UNS medukung program Project Care dan berharap dapat dilaksanakan di beberapa sekolah terlebih dahulu sebagai percontohan” Ujar Prof Ismi. Diskusi berlangsung cair dan aktif dengan pertukaran gagasan dan akan ditindaklanjuti melalui kolaborasi dalam pengembangan program ke depan. Berita ini juga ditayangkan di instagram Satgas PPK UNS @satgasppk.uns #SalingJaga#SatuSuara #LawanKekerasan #BeraniLapor